Tampilkan postingan dengan label Ilmu Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Kesehatan. Tampilkan semua postingan

9 Juli 2013

Manfaat Jalan Kaki untuk Lansia


Menjadi lansia (lanjut usia) adalah sebuah keniscayaan. Tidak ada seorangpun yang bisa menghindar darinya. Anak-anak, remaja, atau orang dewasa, semuanya akan megalami fase lanjut usia. Kecuali yang umurnya memang pendek dan meninggal di usia dini, tidak sempat mengalami masa lanjut usia. Jika umur panjang, menjadi tua adalah sebuah kepastian.

Namun hal itu bukanlah masalah. Meskipun lansia asalkan sehat, why not? Kata kuncinya adalah sehat dan bugar. Masih muda pun jika sakit-sakitan percuma (apalagi sudah tua). Untuk itu, hal yang paling utama dipelihara adalah kesehatan. Kata orang, usia boleh lanjut, tetapi kesehatan jangan sampai susut.

Lalu, apa rahasianya agar sehat dan bugar di usia lanjut?

Tentu saja jawabannya adalah olahraga. Namun jangan membayangkan olahraga yang dimaksud adalah yang berat-berat seperti angkat beban, panjat tebing, atau futsal. Itu adalah olahraga high impact. Untuk orang lanjut usia pilih olahraga yang low impact saja. Salah satu olahraga jenis ini adalah jalan kaki.

Penelitian sudah membuktikan bahwa jalan kaki adalah olahraga dengan segudang manfaat. Namun masih banyak orang yang tidak menyadari bahwa jalan kaki adalah juga jenis olahraga. Sehingga mereka mengabaikannya. Akibatnya mereka tidak merasakan manfaat dari olahraga yang mudah dan murah ini.

Berikut ini manfaat jalan kaki untuk lansia:

Menunda kepikunan
Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Australia bahwa jalan kaki teratur dapat meningkatkan daya ingat bagi orang lanjut usia dan menunda peluang terserang kepikunan dini. Penelitianh tersebut melibatkan 170 warga Australia yang berusia 50 tahun atau lebih, yang mengidap beberapa tipe gangguan ingatan yang bukan kategori demensia. Separuh dari mereka diminta melakukan olahraga jalan kaki selama seminggu. Sementara yang separuhnya lagi tidak berolahraga sama sekali.
Setelah 6 bulan, hasilnya menunjukkanmereka yang rutin melakukan jalan kaki lebih tinggi daya ingatnya dibanding yang tidak berolahraga sama sekali. Tesnya berupa mengingat sejumlah daftar kata dan mereka diminta mengulanginya kembali.
Penelitian ini juga menyimpulkan manfaat jalan kaki dapat dirasakan secara nyata setelah 6 bulan kemudian. Bahkan setelah berhenti pun efeknya masih bertahan minimal hingga setahun setelahnya.

Mengurangi resiko terkena kardiovaskular
Orang lansia yang rutin berjalan kaki, khususnya dengan ritme jalan yang lebih capat, dapat mengurangi resiko meninggal karena penyakit kardiovaskular. Sebaliknya, lansia yang berjalan lambat berpeluang 44% lebih besar meninggal terkena penyakit tersebut.
Penelitian itu dilakukan di Prancis terhadap 3208 laki-laki dan wanita berumur antara 65-80 tahun. Hasil penelitian itu juha menegaskan bahwa performa motorik pada orang tua yang diukur dari kecepatan berjalannya, ternyata memegang peranan penting dalam menjaga hidup dan fungsi tubuh.

Itulah manfaat jalan kaki untuk para lansia. Manfaat lainnya secara umum dari aktivitas jalan kaki yaitu:
·         Memperkuat jantung
·         Memperkuat tulang
·         Mengurangi gejala depresi
·         Mengurangi resiko kanker payudara

Sumber: BEneFIT No. 12 Mei 2012

8 Juli 2013

Sex Bebas & Aborsi


Perbuatan sex bebas (free sex) dan aborsi bagaikan pepatah kancing dan baju, yang selama tidak dibenarkan dalam norma agama maupun norma sosial. Di sini, yang paling berperan adalah kalangan remaja. Perubahan jaman yang diringi canggihnya teknologi sebagai peranan penting dalam mengubah kehidupan, khusunya remaja. Sehingga banyak remaja yang menggandrungi teknologi canggih dan disalahgunakan dengan bebas mengakses pornografi yang memicu keinginan untuk meniru, mengekspresikan, dan mencoba.

Tingginya keinginan sex ini merupakan dampak dari berkembangcepatnya hormone dan organ reproduksi. Oleh karena itu, kita harus pandai mengontrol keinginan  sex kita. Terutam bagi perempuan.

Selain itu, free sex di luar nikah membawa cukup banyak dampak negative pada diri kita. Mulai dari kemungkinan tertular penyakit, kehamilan di luar nikah hingga melakukan aborsi. Aborsi seakan-akan sudah hal yang lumrah, padahal perbuatan aborsi beresiko tinggi terhadap keselamatan dari perempuan itu sendiri.

Resiko melakukan aborsi pada remaja adalah:
1.       Kematian karena terlalu banyak pendarahan
2.       Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal
3.       Kematian secaralambat akibat infeksi serius di sekitar kandungan
4.       Sobekan rahim
5.       Kerusakan leher rahim yang dapat menyebabkan cacat pada anak berikutnya
6.       Kanker payudara karena ketidak seimbangan hormone estrogen pada wanita
7.       Kanker indung telur
8.       Kanker leher rahim
9.       Kanker hati
10.   Kelainan pada plasenta/ari-ari yang akan menyebabkan cacat pada anak dan pendarahan yang hebat pada kehamilan berikutnya
11.   Mandul
12.   Infeksi alat reproduksii karena melakukan kuretase yang tidak steril

Sudah mengertikan akibat melakukan hubungan sex di luar nikah? Makanya kamu terutama perempuan, kudu tegas menolak ajakan hubungan sex apabila dilakukan di luar nikah. Selain merugikan kamu, orang tua bakal kecewa juga.

Jadi peran orang tuan di sini sangat penting untuk mengikuti perkembangan anaknya, dengan siapa dia berteman, dengan siapa dia pergi, bahkan sampai gal-hal yang bersifat pribadi. Dan orang tua juga harus bisa menempatkan diri di mana saat bisa menjadi teman dan saat menjadi orang tua.
 
Referensi: Warta Nusanta edisi ke-5 September 2012